Sabtu, 12 Juni 2010

JENIS-JENIS PENELITIAN (Bagian 2)

C. Jenis Penelitian Menurut Pendekatan Analisis
Selain klasifikasi penelitian menurut cara pandang etika, ada pula klasifikasi penelitian berdasarkan cara pandang melalui pendekatan analisisnya. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi menjadi dua macam, yaitu: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

1. Jenis penelitian menurut pendekatan kuantitatif
Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metoda statistik. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan kesimpulan hasil penelitian pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Dengan metoda kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Pada umumnya, penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan jumlah sampel besar. Bila disederhanakan penelitian berdasarkan pendekatan kuantitatif secara mendalam dibagi menjadi: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.

a. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan data secara sistematik, sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristrik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Analisis yang sering digunakan adalah: analisis persentase dan analisis kecenderungan. Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat umum.

b. Penelitian inferensial
Penelitian inferensial melakukan analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Dengan demikian, kesimpulan penelitian jauh melebihi sajian data kuantitatif saja, dan diupayakan bersifat umum.

D. Jenis Penelitian Menurut Pola Pikir
Jenis penelitian dipandang dari pola pikir dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: (a) jenis penelitian menurut tujuannya dan (b) menurut penerapannya.

a. Jenis Penelitian berdasarkan Tujuan

1) Penelitian Eksploratif
Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu. Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.
2) Penelitian Pengembangan
Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu pengetahuan. Misalnya: penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi gen untuk penyakit-penyakit menurun.
3) Penelitian Verifikatif
Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Misalnya saja, masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan mampu mengobati penyakit mata dan kulit. Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik, apakah memang air tersebut mengandung zat kimia yang dapat menyembuhkan penyakit mata.

b. Jenis Penelitian Menurut Penerapannya

1) Penelitian Dasar
Penelitian dasar yaitu penelitian tentang ilmu dasar sehingga dengan demikian belum dapat diterapkan secara klinik. Misalnya daun mahoni dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus. Hasil penelitian i, nantinya dapat diterapkan pada manusia bila secara klinik terbukti kebenarannya.
2) Penelitian Terapan
PenelitiƤn terapan adalah penelitian yang hasilnya dapat langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat, karena sudah lulus dalam uji klinik. Pada awalnya penelitian terapan ini didasarkan pada hasil penelitian dasar Misalnya efek hipoglikemik buncis, bawang merah, dan bawang putih pada pasien DM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini